Logo Patroli Keamanan Sekolah Kabupaten Lebak
Materi Resmi

Materi Resmi PKS Se-Kabupaten Lebak

Halaman ini berisi kumpulan materi resmi PKS Kabupaten Lebak yang dapat digunakan sebagai panduan pembinaan, pengetahuan dasar, sejarah, tata tertib, lalu lintas, kepemimpinan, dan latihan dasar bagi anggota PKS.

Materi 1

Dasar-Dasar PKS

Pada logo PKS (Patroli Keamanan Sekolah) terdapat beberapa warna yang memiliki makna, yaitu:

Logo PKS Tingkat Sekolah

A. Makna Warna pada Logo PKS

Pada logo PKS (Patroli Keamanan Sekolah) terdapat beberapa warna yang memiliki makna, yaitu:

  1. Putih melambangkan kesucian dalam jiwa PKS.
  2. Hitam melambangkan kebijaksanaan dalam jiwa PKS.
  3. Merah melambangkan keberanian dalam jiwa PKS.

B. Makna Segitiga Terbalik pada Logo PKS

Bentuk segitiga terbalik pada logo PKS dibentuk dan diambil dari rambu lalu lintas yang artinya memberikan kesempatan kepada seseorang.

C. Pengertian PKS

PKS (Patroli Keamanan Sekolah) adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, di mana siswa dan siswi dapat menjadi petugas keamanan di lingkungan sekolah.

PKS juga merupakan wadah partisipasi siswa di bidang lalu lintas untuk membantu para Polwantas, terutama dalam kegiatan penyeberangan jalan.

Materi 2

Sapta Bakti Perwira dan Janji Anggota PKS

Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

A. Sapta Bakti Perwira

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mematuhi tata tertib.
  3. Hormat dan patuh kepada orang tua dan guru.
  4. Rela berkorban demi bangsa dan negara.
  5. Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
  6. Menjalankan tugas sebaik-baiknya.
  7. Berpegang teguh terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

B. Janji Anggota PKS / Hasta Prasetya PKS

Kami anggota PKS:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengabdi kepada negara dan Pancasila.
  3. Membela kebenaran dan keadilan.
  4. Menjunjung tinggi nama baik sekolah.
  5. Bergerak, bertindak disiplin, tegas, dan bertanggung jawab.
  6. Cepat dan tepat dalam mengambil keputusan.
  7. Solidaritas sesama anggota.
  8. Siap menempatkan diri dalam masyarakat.
Materi 3

Sejarah PKS

Pada 16 Februari 1960, dibentuk BKLL (Badan Koordinasi Lalu Lintas) sebagai wadah pembinaan pelajar dalam menjaga keamanan sekolah. Latar belakangnya adalah masih rendahnya kesadaran pelajar terhadap aturan lalu lintas sehingga sering menimbulkan gangguan ketertiban.

Sejarah Singkat Berdirinya Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di Indonesia

01

Tahun 1960 - BKLL (Badan Koordinasi Lalu Lintas)

Pada 16 Februari 1960, dibentuk BKLL (Badan Koordinasi Lalu Lintas) sebagai wadah pembinaan pelajar dalam menjaga keamanan sekolah. Latar belakangnya adalah masih rendahnya kesadaran pelajar terhadap aturan lalu lintas sehingga sering menimbulkan gangguan ketertiban.

BKLL berfungsi menjaga keamanan sekolah sekaligus menanamkan disiplin pada siswa. Tokoh yang berperan adalah Irjen Pol. Drs. Hoegeng Imam Santoso, Kapolri 1968-1971, yang dikenal sebagai perintis ketertiban lalu lintas dan disiplin pelajar.

Ciri khas BKLL saat itu adalah ruang lingkup tugas yang masih terbatas pada pengawasan internal sekolah.

02

Tahun 1975 - BKLL & Polisi Keamanan Sekolah

Pada 5 Mei 1975, BKLL resmi berganti nama menjadi Polisi Keamanan Sekolah (PKS) dengan tugas menjaga keamanan sekolah, meskipun ruang lingkupnya masih terbatas pada pengawasan pelajar.

Untuk memperluas fungsi, pada 5 Juli 1975 nama tersebut diubah menjadi Patroli Keamanan Sekolah (PKS) atas persetujuan Letkol Pol. Anton Sudjarwo.

Sejak saat itu, PKS tidak hanya menjaga ketertiban sekolah, tetapi juga berperan membantu mengatur lalu lintas di depan sekolah serta mengedukasi pelajar agar lebih tertib.

Ciri khas PKS pada masa ini adalah mulai terlibat langsung dengan masyarakat, khususnya dalam urusan lalu lintas di sekitar sekolah.

03

Tahun 1978 - PKS (Patroli Keamanan Sekolah)

Pada era 1978, PKS semakin dilembagakan secara resmi dalam dunia pendidikan dan mendapat perhatian langsung dari Polri.

Tokoh berpengaruh pada masa ini adalah Jenderal Pol. Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA selaku Kapolri 1978-1982, yang mendorong kepolisian untuk terjun ke sekolah-sekolah dalam rangka pembinaan kedisiplinan pelajar.

Fungsi PKS pun diperluas, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban sekolah, tetapi juga membantu menertibkan arus lalu lintas di sekitar sekolah serta menjadi teladan kedisiplinan bagi siswa lainnya.

Karakteristik utama PKS pada masa ini adalah statusnya yang semakin resmi sebagai bagian dari program Polri dalam pendidikan lalu lintas, serta mulai sering dilibatkan dalam kegiatan sekolah seperti upacara, apel, hingga kerja sama formal dengan Satlantas.

04

Era Sekarang - PKS Satlantas / Ekstrakurikuler PKS

Saat ini, PKS telah berkembang menjadi ekstrakurikuler resmi di sekolah-sekolah yang dibina langsung oleh Satlantas Polres dan berada di bawah pengawasan Korlantas Polri.

Perannya tidak hanya menjaga ketertiban sekolah, tetapi juga mendukung program kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, membentuk pelajar menjadi pelopor disiplin, membantu pelaksanaan upacara maupun kegiatan sosial, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kedisiplinan siswa.

Tokoh berpengaruh dalam perkembangan PKS era modern ini adalah Kepolisian RI melalui Korlantas dan Satlantas, yang terus memperkuat program pembinaan di sekolah.

Ciri khas PKS masa kini adalah penekanan pada peran edukatif, pelatihan kepemimpinan, dan penanaman budaya disiplin sejak dini, sekaligus menjadi bagian dari agenda Polri seperti Polisi Sahabat Anak dan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas.

Materi 4

Tugas, Maksud, dan Tujuan PKS

Tugas PKS (Patroli Keamanan Sekolah) adalah:

A. Tugas PKS

Tugas PKS (Patroli Keamanan Sekolah) adalah:

  1. Mengatur lalu lintas di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
  2. Menyeberangkan siswa-siswi di jalan raya saat mereka masuk dan pulang sekolah.
  3. Memahami kerawanan-kerawanan sosial yang terjadi di lingkungan serta mencari solusinya.

B. Maksud dan Tujuan PKS

Maksud PKS:

  1. Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan dan kemanusiaan.
  2. Sebagai wujud Polri dalam mewujudkan pembinaan di kalangan terpelajar.

Tujuan PKS

Agar para pelajar mengerti tentang keselamatan dan keamanan di lingkungannya, baik untuk diri sendiri maupun di lingkungan sekolah dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Materi 5

Pengertian Dasar Lalu Lintas

Gerakan memberi isyarat pengatur lalu lintas bertujuan untuk:

A. Tujuan Gerakan Memberi Isyarat Pengatur Lalu Lintas

Gerakan memberi isyarat pengatur lalu lintas bertujuan untuk:

  1. Mengharapkan agar lalu lintas berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan selamat.
  2. Mengatasi kepadatan lalu lintas.
  3. Mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
  4. Mencegah kerusakan-kerusakan jalan atau infrastruktur.
  5. Mengurangi pelanggaran di jalan.

B. Gatur Lantas / 12 Gerakan Lalu Lintas

Gatur Lantas adalah gerakan pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh petugas untuk mengatur kendaraan agar lalu lintas berjalan aman, tertib, lancar, dan selamat.

12 Gerakan Lalu Lintas:

  1. Memberhentikan kendaraan dari semua arah.
  2. Memberhentikan kendaraan dari arah tertentu.
  3. Memberhentikan kendaraan dari arah depan petugas.
  4. Memberhentikan kendaraan dari arah belakang petugas.
  5. Memberhentikan kendaraan dari arah depan dan belakang petugas.
  6. Menjalankan kendaraan dari arah kanan petugas.
  7. Menjalankan kendaraan dari arah kiri petugas.
  8. Menjalankan kendaraan dari arah kanan dan kiri petugas.
  9. Mempercepat kendaraan dari arah kanan petugas.
  10. Mempercepat kendaraan dari arah kiri petugas.
  11. Memperlambat kendaraan dari arah depan petugas.
  12. Memperlambat kendaraan dari arah belakang petugas.
Materi 6

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam memotivasi dan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan bersama.

A. Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam memotivasi dan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan bersama.

Kepemimpinan juga meliputi proses mempengaruhi seseorang dalam menentukan tujuan organisasi, mengarahkan anggota, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

B. Jenis-Jenis Kepemimpinan

Kepemimpinan memiliki lima jenis, yaitu:

  1. DemokratisKepemimpinan demokratis adalah jenis kepemimpinan yang melibatkan anggota dalam mengambil keputusan. Pemimpin mendengarkan pendapat anggota sebelum menentukan keputusan.
  2. Otoriter / OtokratisKepemimpinan otoriter atau otokratis adalah kepemimpinan yang keputusan utamanya diambil oleh pemimpin. Anggota lebih banyak mengikuti perintah atau arahan dari pemimpin.
  3. KrisionerKepemimpinan krisioner adalah kepemimpinan yang muncul ketika menghadapi keadaan sulit atau mendesak. Pemimpin harus cepat, tegas, dan mampu mengambil keputusan agar masalah dapat segera diselesaikan.
  4. TransformasionalKepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Pemimpin memberikan motivasi, semangat, dan dorongan kepada anggota agar berkembang.
  5. AfiliatifKepemimpinan afiliatif adalah kepemimpinan yang mengutamakan hubungan baik antaranggota. Pemimpin berusaha menciptakan suasana yang nyaman, kompak, dan penuh kerja sama.

C. Sifat-Sifat Seorang Pemimpin

Seorang pemimpin harus memiliki beberapa sifat, yaitu:

  1. Kelebihan rohani atau akhlakSeorang pemimpin harus memiliki akhlak yang baik, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
  2. Kelebihan kegunaan nalar atau rasioSeorang pemimpin harus mampu berpikir dengan baik, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah.
  3. Kelebihan jasmaniSeorang pemimpin harus memiliki kondisi fisik yang baik agar mampu menjalankan tugas dengan maksimal.

D. Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

Tanggung jawab seorang pemimpin yaitu:

  1. Memimpin dengan baik dan benar.
  2. Memperhatikan anggota yang ia pimpin.
  3. Mau dan berani menghadapi masalah.
  4. Bijaksana dalam mengambil keputusan.
  5. Mengikuti aturan yang ada.

E. Perbedaan Pemimpin dan Kepemimpinan

Pemimpin adalah seseorang yang memimpin kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan, memimpin, dan mempengaruhi orang lain agar bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Materi 7

Gerakan-Gerakan PBB

PBB (Peraturan Baris-Berbaris) adalah latihan gerakan yang dilakukan secara tertib, teratur, dan kompak untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, serta tanggung jawab.

A. Pengertian PBB

PBB (Peraturan Baris-Berbaris) adalah latihan gerakan yang dilakukan secara tertib, teratur, dan kompak untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, serta tanggung jawab.

B. Tujuan dan Manfaat PBB

Tujuan PBB adalah untuk melatih anggota agar memiliki sikap disiplin, tertib, kompak, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan perintah.

Manfaat PBB bagi anggota PKS:

  1. Melatih kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aba-aba.
  2. Membentuk kekompakan antaranggota.
  3. Melatih sikap tegas, sigap, dan bertanggung jawab.
  4. Membiasakan anggota untuk bergerak secara teratur dan tertib.
  5. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kerja sama dalam kelompok.

C. Gerakan Dasar Per Orang

Gerakan dasar per orang terdiri dari:

  1. Sikap sempurna.
  2. Istirahat.
  3. Lencang kanan atau kiri, hanya dalam bentuk bersaf.
  4. Setengah lencang kanan atau kiri.
  5. Lencang depan, hanya dalam bentuk berbanjar.
  6. Berhitung.

D. Perubahan Arah

Gerakan perubahan arah terdiri dari:

  1. Hadap kanan atau kiri.
  2. Hadap serong kanan atau kiri.
  3. Balik kanan.
  4. Hormat.
  5. Bubar.
  6. Jalan di tempat.

E. Gerakan Berjalan dan Macam-Macam Langkah

Gerakan berjalan dan macam-macam langkah terdiri dari:

  1. Maju jalan.
  2. Langkah biasa.
  3. Langkah tegak.
  4. Langkah perlahan.
  5. Langkah ke samping.
  6. Langkah ke belakang.
  7. Langkah ke depan.
  8. Langkah di waktu lari.